Berartinya Pembelajaran Dalam Kehidupan Masyarakat

Pembelajaran, keahlian, pengetahuan ialah salah satu modal yang kita miliki buat hidup di era yang serba susah ini berhubungan dengan Agamapendidikan sangatlah berarti dalam kehidupan manusia. Demikian berartinya agama dalam kehidupan manusia, sehingga diakui ataupun tidak sebetulnya manusia, sangatlah memerlukan agama. Serta sangatlah dibutuhkannya agama oleh manusia, tidak saja di masa primitif dahulu sewaktu ilmu pengetahuan belum tumbuh, namun pula di era modern saat ini sewaktu ilmu serta teknologi sudah sedemikian maju.

Yang awal kali wajib dicoba oleh seorang yang meyakini keberadaan Allah merupakan menekuni apa- apa yang diperintahkan serta hal- hal yang disukai Penciptanya. Ia lah yang memberinya ruh serta kehidupan, santapan, minuman serta kesehatan. Berikutnya ia wajib mengabdikan segala hidupnya buat patuh kepada perintah- perintah Allah serta mencari ridha- Nya. Agamalah yang membimbing kita kepada moral, sikap serta metode hidup yang diridhai Allah. Allah sudah menarangkan dalam Angkatan laut(AL) Qur’ an kalau orang yang patuh kepada agama terletak di jalur yang benar, sebaliknya yang yang lain hendak tersesat. Ia yang dadanya terbuka buat Islam menemukan sinar dari Tuhannya. Sangat celaka orang- orang yang berkeras buat tidak mengingat Allah! Mereka dalam kesesatan yang nyata,( Pesan az- Zumar: 22).

Orang yang beriman kepada Allah serta menghambakan diri kepadaNya, mengendalikan hidupnya supaya cocok dengan seruan Allah dalam Angkatan laut(AL) Qur’ an. Ia menjadikan agama selaku petunjuk hidupnya. Patuh kepada hal- hal yang baik bagi hati nuraninya, serta meninggalkan seluruh yang kurang baik yang ditolak hati nuraninya. Allah melaporkan dalam Angkatan laut(AL) Qur’ an kalau Ia menghasilkan manusia supaya siap buat menghidupkan agama- Nya: academia.co.id

Hingga, teguhkanlah pengabdianmu kepada Agama yang benar yang Allah mengadakan buat manusia. Tiada yang sanggup merubah ciptaan Allah. Seperti itu agama yang lurus, namun mayoritas manusia tidak mengetahuinya,( Pesan Ar- Rum: 30).

Pada area warga yang tidak beragama, orang cenderung melaksanakan bermacam- macam aksi yang tidak bermoral. Perbuatan kurang baik semacam penyogokkan, perjudian, iri hati ataupun berbohong ialah perihal yang biasa. Perihal demikian tidak terjalin pada orang yang ta’ at kepada agama. Mereka tidak hendak melaksanakan seluruh perbuatan kurang baik tadi sebab mengenali kalau dia wajib mempertanggungjawabkan seluruh tindakannya di akhirat nanti.

Sukar dipercaya bila terdapat orang berkata, Aku ateis tetapi tidak menerima sogokan”, ataupun Aku ateis tetapi tidak berjudi. Kenapa? Sebab orang yang tidak khawatir kepada Allah serta tidak mempercayai terdapatnya pertanggungjawaban di akhirat, hendak melaksanakan salah satu perihal di atas bila suasana yang dihadapinya berganti. Seorang yang berkata, Aku ateis tetapi tidak berjinah cenderung melaksanakannya bila perjinahan di area tertentu dikira wajar. Ataupun seorang yang menerima sogokan dapat saja beralasan, Anak aku sakit berat serta sekarat, karenanya aku wajib menerimanya, bila dia tidak khawatir kepada Allah. Di negeri yang tidak beragama, pada keadaan tertentu maling juga dapat dikira sah- sah saja. Contohnya, warga tidak beragama dapat berpikiran kalau mengambil handuk ataupun perhiasan riasan dari hotel ataupun pusat tamasya tidaklah perbuatan pencurian.

Seseorang yang beragama tidak hendak berperilaku demikian, sebab dia khawatir kepada Allah serta tidak hendak sempat kurang ingat kalau Allah senantiasa mengenali hasrat serta pikirannya. Ia beramal setulus hati serta senantiasa menjauhi perbuatan dosa. Seseorang yang jauh dari tutorial agama dapat saja mengatakan Aku seseorang ateis tetapi pemaaf. Aku tidak mempunyai rasa dendam maupun rasa benci. Tetapi suatu perihal bisa terjalin padanya yang menyebabkannya tidak sanggup mengatur diri, kemudian mempertontonkan sikap yang tidak di idamkan. Ia dapat saja melaksanakan pembunuhan ataupun mencelakai orang lain, sebab moralnya berganti cocok dengan area serta keadaan tempat tinggalnya.

Kebalikannya, orang yang beriman kepada Allah serta hari akhir tidak kan sempat menyimpang dari moral yang baik, seburuk apapun keadaan lingkungannya. Moralnya tidak berubah- ubah melainkan senantiasa kuat. Orang- orang beriman mempunyai moral yang besar. Sifat- sifat mereka diucap Allah dalam ayat- Nya:

Baca Juga : Bagaimana Saya Dapat Memilih Motor Sepeda Listrik?

Mereka yang teguh dengan keyakinannya kepada Allah serta tidak mengingkari janji; yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah buat menghubungkannya serta khawatir kepada Tuhan mereka serta khawatir pada hisab yang kurang baik; mereka yang tabah buat mencari perjumpaan dengan Tuhan mereka, serta mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian harta yang kami bagikan kepadanya secara sembunyi- sembunyi ataupun terang- terangan, menolak kejahatan dengan kebaikan. Merekalah yang menemukan peran yang besar,( Pesan Ar- Rad: 20- 22).

Berdialog tentang pembelajaran kita seluruh tentu telah ketahui kalau betapa berartinya pembelajaran tersebut. Pembelajaran, keahlian, pengetahuan ialah salah satu modal yang kita miliki buat hidup di era yang serba susah ini. Kenapa dikatakan demikian?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *